Home / Edukasi / KONSEP ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

KONSEP ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

KONSEP ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

Dr. Agus Hermanto, MHI

            Perbincangan tentang Islam dan lingkungan hidup bukanlah hal yang baru, melainkan sudah mulai banyak diperbincangkan oleh ilmuan, hal itu tentunya tidak lepas dari semakin banyaknya populasi manusia hingga banyaknya kebutuhan hidup dan semakin majunya pola piker hingga majunya kemajuan teknologi. Namun demikian, semakin berkembangnya pola hidup itulah yang kemudian menculnya banyak fenomena baru, baik fenomena yang berdampak positif, hingga negatif.

            Menyoal tentang lingkungan hidup, atau dalam bahasa popular dikenal dengan istilah ekologi, yang merupakan salah satu cabang dari ilmu biologi, namun pada saat ini, kajian ekologi tidak hanya dalam lingkup yang sempit, melainkan menjadi disiplin ilmu baru yang mengatur tentang wadah bagi kehidupan luas. Maka, berbincang tenyang Islam dan lingkungan hidup, hendaklah mencakup pada tiga pemahaman, yaitu:

  1. Islam dan lingkungan hidup adalah dua disiplin ilmu yang berbeda, Islam adalah pedoman hidup, sedangkan ekologi adalah wadah kehidupan. Untuk menemukan dua disiplin ilmu tersebut maka haruslah dipahami secara benar, sebagai analogi bahwa ktitika ada burung dalam sangkar, adalah gambaran antara Islam dan ekologi, karena ekologi adalah sangkar yang menjadi wadah dari burung tersebut, sedangkan islam adalah menggambarkan aturan dimana burung tersebut dapat hidup. Jadi Islam adalah adalah aturan bagi makhluknya untuk dapat hidup dengan nyaman, selamat dunia akhirat, sedangkan ekologi adalah wadah dari segala kehidupan ini.
  2. Lingkungan hidup dalam perspektif Islam, artinya bahwa Islam selain sebagai pedoman bagi manusia juga menjadi pedoma bagi alam semesta, sehingga agama islam juga menata dan memberikan konsep bagi kehidupan ini, bahkan mulai dari penciptaan alam semesta, langit, bumi, air, udara, daratan, lautan manusia, tumbuhan, binatang hingga mikroba, semuanya terkonsep dalam Islam, sehingga Islam memiliki satu acuan khusus tentang lingkungan hidup di luar konsep yang dibangun oleh para pemikir, misalnya Darwin memiliki konsep bahwa asal muasal manusia adalah dari kera hingga membentuk wujud manusia, namun islam memiliki konsep baku bahwa manusia pertama yang diciptakan oleh allah adalah Adam dan Hawa yang menjadi bapak dari seluruh makhluk manusia.
  3. Islam yang menjadi pedoman, acun dan rujukan bagi kehidupan ini, tentunya islam menjadi ajaran yang harus teimplementasikan, sedangkan lingkungan hidup atau ekologi adalah konteks atau wadah dimana diterapkannya ajaran Islam. Sehingga dalam konsep hukum, misalnya mungkin saja bisa berubah antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, manakala memiliki ‘illat (argument) hukum yang berbeda. Seperti halnya keika diriwayatkan bahwa Islam datang bukan di ruang yang kosong, melainkan telah ada tradisi Jahiliyah yang telah mengakar, sehingga Islam datang untuk meluruskan akhlak masyarakat makah pada saat itu, yang tentunya akan dipengaruhi oleh lingkungan setempat, sebagaimana pula Sunah Kudus dalam suatu riwayat dikatakan saat penyebaran Islam, dengan jumlam minoritas islam kala itu, hingga beliau melihat bahwa agama Hindu dan Budha adalah agama yang mayotitas dianut oleh masyarakat, hingga beliau melarang umat Islam menyembelih sapi, fenomena ini bukan karena Islam mengharamkan sapi, melainkan demi kemaslahatan umat Islam yang masih miniritas dan sedangkan sapi adalah hewan yang diyakini oleh pemeluk lain sebagai hewan suci, sehingga dilarang untuk disembelih, hingga semua umat Islam selamat dan syi’ar Islam berjalan dengan arif, hal itu tentunya melihat dengan kacamata lingkungan itu penting untuk menjadi dalil kauliyah. Dalam kemudian bahwa beberapa kajian tentang ke-Islaman tidaklah lepas dari bagaimana lingkungan ada, karena ajaran Islam bukan datang diruang yang kosong.

Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa minimal ada tiga pembahasan pokok dalam kajian Islam dan lingkungan hidup, yaitu kesinambungan antara disiplin ilmu islam dan lingkungan hidup, konsep Islam terhadap lingkungan hidup dan hubungan yang tidak terpisahkan antara kedudukan islam sebagai ajaran dengan ruang lingkup kehidupan manusia dan segala kehidupan di lingkungannya. Sehingga islam tidak hanya mengatur hubungan vertical (ibadah) manusia kepada Allah, atau horizontal (muamalah) antara hubungan manusia dengan masnuia lainnya dalam bentuk muamalah, namun juga islam mengatur tentang hubungannya dengan makhluk hidup lainnya yang disebut ekologi, yang di dalamnya adanya sumber daya alam, hewan, tumbuhan, maupun mikroba.

Sangat menarik jika kajian ini lalu dikaitkan dengan beberapa konsep penciptaan alam semesta ini dan peran manusia, hingga bentuk-bentuk kerusakan di alam jagat raya ini. Sehingga islam memiliki satu konsep baku bahwa kerusakan alam dapat disebabkan oleh alamia’ah yang merupakan sifat dari ciptaan Tuhan tidaklah kekal, sehingga ia akan rusak, juga berkaitan dengan bahwa kejadian alam adalah fenomena yang tidak lepas dari tugas kekhalifahan manusia, yaitu merawat, menjaga,m mengayomi dan melindunginya dengan penuh cinta, sebagaimana Allah menjadikan nabi Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam, sedangkan ulama adalah pewaris para Nabi, dan umat ini adalah umatnya Nabi dan pengikut para ulama, hingga ia juga memiliki tanggungjawab yang sama yaitu sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dalam konteks lain bahwa Allah juga menunjukkan bukti kebesarannya dengan fenomena-fenomena yang terjadi, agar manusia kembali kepada Allah, dalam bentuk bertambah imannya atau bersyukur atas segala nikmat-Nya.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *